Aku menatap punggung badannya dengan bingung, tidak tahu masalah apa yang sejak tadi mereka ributkan di depan ku. Kenapa Kak Riko bisa tahu mengenai masalah pertunangan Rio?
“ kenapa?” tanya ku pelan membuatnya membalikkan badannya ke arah ku dengan pandangan senang.
“ akhirnya gue bisa dengar suara lo lagi. Tapi gue belum bisa jawab pertanyaan lo itu sampe gue nemuin cara buat ngejaring air.” Ucap Rio sambil menepuk-nepuk puncak kepala ku dengan lembut dan pergi menuju kelas.
Rio.. Kak Riko.. dua nama itu bergantian masuk keluar dari fikiran ku tanpa sekali pun memberikan ku izin untuk menemukan siapa yang berhak menempati fikiran ku itu. Tapi satu hal yang tidak ku sadari, nama Rio lah yang terlebih dahulu berada di fikiran ku dan menghabiskan banyak waktuku untuk memikirkannya akhir-akhir ini.
“ Shilla! tadi Kak Riko sama Rio kenapa?” tanya Ify menyadarkan ku dari lamunanku.
Aku mengangkat bahu, “ gak tau Fy, tiba-tiba mereka ngomongin hal yang gak gue ngerti. Pertarungan lah, curang lah, menang lah, apa lagi si Rio tuh nyebut-nyebut ngejaring air. Apaan coba? Mustahil banget kan.” Keluh ku sambil berjalan berdampingan dengan Ify masuk ke dalam kelas.
Ify terlihat tengah berfikir saat mendengar keluhan ku tadi, “ mereka gak lagi ngerebutin lo kan?” tanya Ify membuat ku tertawa .
“ ya ampun Ify enggak lah, lo liat dong siapa gue? Ashilla Zahrantiara, seorang siswi biasa di Versace SHS yang gak mungkin bisa disukain sama Kak Riko dan Rio.” Ucap ku merendah kan diri.
Ify menggeleng-gelengkan kepalanya, “ tapi elo cakep, dan itu bisa bikin Kak Riko klepek-klepek sama lo. Dan lo juga cewek pertama yang bisa bikin Rio punya pacar dan galau kaya kemarin.” Ucap Ify menaruh tasnya di tempat duduk.
Punya pacar? Galau? Haha Ify, maaf ya aku bukan pacarnya Rio. Maaf ya aku tidak menjelaskan yang sebenarnya sama kamu., batin ku dalam hati.
“ enggak lah, gue gak secakep itu kali.” Elakku dan duduk disampingnya.
“ beruntung banget lo Fy dikejar-kejar orang tajir gitu, keluarga terkaya nomer satu di bandung Shil! “
“ Kak Riko emang tajir ya? iya sih gue juga mikir Kak Riko tuh tajir, bahkan ngelebihan tajirnya Rio. Mobil Kak Riko aja mobil termahal nomer 3 di dunia. Ckck ” Decak ku kagum.
Ify melihat ku bingung, “ gimana bisa Kak Riko lebih kaya dari Rio? Satu keluarga ya pasti satu kekayaan lah.”
“ HAH? SATU KELUARGA?” histeris ku lagi, melebihi saat mengetahui mobil Kak Riko kemarin.
***
1 minggu kemudian..
Riko P.O.V
Bu Winda berdiri di depan kelas ku dengan setumpuk kertas di tangannya. Ada apaan ini? kok aku sebagai ketua osis tidak tahu apa-apa? Ulangan? Sekarang bukan pelajaran Bu Winda. Surat pemberitahuan? Gak mungkin, setiap surat pemberitahuan di sekolah ini harus memiliki tanda tangan dari ku, dan aku tidak merasa di mintai tanda-tangan akhir-akhir ini.
“ selamat siang anak-anak.” Sapa Bu Winda.
“ siang buuu.”
Bu Winda pun memanggil ku dan menyuruh ku membagikan kertas itu ke setiap siswa dan siswi di kelas ku. Aku melirik sekilas ke dalam setumpukan kertas yang sekarang berada di dalam genggaman tangan ku. “ hah? Kertas apaan nih bu?”
“ sudah bagikan saja dulu.. nanti akan ibu jelaskan.”
Aku pun menuruti perintah Bu Winda dan segera membagikan kertas yang diberikan Bu Winda tadi yang ternyata berupa formulir lomba.
“ nah anak-anak, itu adalah kertas formulir perlombaan musik seprovinsi yang akan di adakan kira-kira satu bulan lagi. Dan sekolah ini ingin mencari 2 orang siswa dan siswi untuk diikut sertakan dalam lomba ini. Kalau kalian bersedia ikut, kalian isi formulir lomba itu dan serahkan kepada ketua kelas kalian. Oiya satu lagi, syarat utama nya adalah harus bisa memainkan alat music.”
“ bu, formulirnya di serahin kapan bu?” Tanya Septian dari depan kelas.
“ paling lambat pulang sekolah nanti. Karena kita harus betul-betul mempersiapkan perlombaan ini dengan serius. Karena kita harus mengulang kembali kemenangan kita 1 tahun yang lalu.” Jawab Bu Winda dengan tegas.
Setelah memeberikan beberapa penjelasan Bu Winda pun keluar kelas membiarkan kami mengorol mendiskusikan mengenai perlombaan yang cukup terkenal sejawa-barat itu. Teman sebangku ku, Irsyad tanpa fikir panjang langsung mengisi formulir perlombaan tadi.
“ heh Syad, elo ikutan itu lomba?” Tanya ku yang di jawab Irsyad dengan anggukan.
Aku menatapnya heran, perasaan ini orang enggak bisa main alat music kenapa dia ikutan ya? Batin ku dalam hati.
“ emang lo bisa main alat music?”
Lagi-lagi Irsyad mengangguk dengan semangat, “ bisa dong. Kan di ajarin sama kakek gue dulu di desa.” Jawab Irsyad.
“ emang alat music apaan? Keren itu kakek lo bisa main alat music, gue kira Cuma bisa garap sawah doang.”
“ seruling.” Jawab irsyad singkat sambil menerukan kembali mengisi datanya.
“ ooh..” respon ku.
1 detik..
2 detik..
3 detik..
“ HAH ? SULING?” histeris ku mendengar jawaban konyol dari teman ku yang satu ini.
“ iya, emang gak boleh Ko?” tanyanya polos.
“ YA IYALAH GAK BOLEH , elo kira mau dangdutan apa maenannya pake suling bambu. Ntar yang ada itu juri-juri malah pada joget terajana pas lo maenin tuh suling.”
“ ya tapi kan Bu Winda bilang yang penting bisa main alat music Ko..” bela Irsyad.
“ tapi masa elo mau main suling sih, gak elit banget Syad.” Protes ku.
“ heh ko, di cariin sama adek lo noh di depan.” Ucap Dea sambil menepuk pundakku.
Aku mengernyitkan dahi, “ Rio? Ngapain dia kemari?” Tanya ku yang di jawab dengan anggukan bahu oleh Dea.
Aku pun berjalan keluar dan menemui Rio dengan gitarnya yang terpegang erat-erat di tangannya. Gitar yang dulu di belikan oleh Mama karena Rio merengek-rengek di toko Musik saat sedang menemaniku membeli stik drum.
Rio menatap ku dengn senyuman yang lebih tepat di sebut dengan cibiran, “ tanding yok Ko. Hadiahnya berhubungan dengan Shilla lho.” Ajaknya membuat ku kaget setengah mati.
“ tanding apa?” Tanya ku sinis.
Rio terihat seolah-olah tengah berfikir serius. Hanya alibi, aku tau yo kamu sudah merencanakan pertandingan apa yang akan kita adakan hari ini. Pasti kau akan menantang ku bermain musik. Tahu saja dia kalau permainan musikku tidak sehebat permainan musik nya.
“ elo ngisi formulir lomba kan?” Tanya Rio sambil mengacungkan kertas formulirnya ke depan wajah ku.
Aku mengangguk dan mengeluarkan pula kertas formulir yang sama dengan punya Rio da ku rentangkan di depan wajahnya pula, sama dengan apa yang dia lakukan sebelumnya pada ku. Rio tersenyum senang saat melihat kertas formulir ku yang sudah terisi sebagian dengan data-data identitas ku sebagai peserta lomba yang diadakan sekolah ku itu.
“ mumpung guru-guru lagi pada sibuk nguruin persiapan buat lomba nanti mending kita juga siap-siap Ko buat ikut lomba itu. “ ucap Rio sambil berjalan mendahuluiku dan baru beebrapa langkah berjalan, dia membalikkan badannya lagi menatap ku,
“ kok diem? Ayo buruan, siapin alat music lo, anak-anak udah pada nunggu di gedung music.” Ucap Rio dan melanjutkan kembali langkahnya yang sempat terhenti tadi.
***
CINTA..
Sebuah kata yang terdiri dari 5 huruf alphabet itu membuat siapapun yang mulai bisa mengartikannya berjuang habis-habisan untuk mendapatkan arti dari kata tersebut.arti yang sesungguhnya yang ak bisa kita terka kita dapat memahaminya.
Dua pejuang cinta itu menjadi gila,gila karena 5 huruf itu yang tersusun menjadi sebuah kata bernama CINTA. Gila karena saingan mereka adalah orang yang sedarah dengannya. Gila karena gadis mereka tidak peka terhadap apa yang mereka rasakan.
***
Shilla P.O.V
“ Shil Shillaaa gaawaaat, “ teriak Ify yang tengah berlari menghampiriku di kelas.
Aku memandangnya dengan heran, “ gawat kenapa? Kantin sekolah ambruk? Apa stok makanan di kantin habis?” tanya ku mencoba sedikit bercanda saat melihat wajah Ify yang bernar-benar serius.
Ify menarik tangan ku dan membawa ku keluar kelas, “ lebih gawat dari pada sekedar makanan di kantin abis.” Jawab Ify yang ternyata membawa ku ke gedung musik.
Hei ada apa di dalam sana? Kenapa ramai sekali? Apa ada Mozart hidup lagi dan mengajar di dalam sana? Atau ada piano yang berbunyi sendiri seperti di cerita-cerita hantu? Atau ada si raja reggae dunia, Bob Marley? Halah Shilla apa-apaan kau menjadi ngaco sekali hari ini. lebih baik aku lihat saja ada apa di dalam sana.
“ Shilla ! “ panggil suara baritone yang sudah sangat akrab di telinga ku.
“ Shil ! “ suara lain itu muncul lagi, suara yang lebih berat namun terdengar halus dan lembut.
Aku dan Ify menoleh ke arah suara yang ada di belakang kami itu. Dan pemandangan yang sudah ku duga itu muncul lagi, sepasang kakak beradik yang tadi pagi membuat ku histeris dan kaget setengah mati.
“ kalian? Itu ada apa sih di dalem sana?” tanya ku.
Rio tersenyum amat sangat manis dan menjawab pertanyaan ku, “ gue sama Riko mau ngadain pertandingan di dalem, dan elo..”
“ adalah tamu spesial kita di perlombaan dadakan ini. termasuk kamu Ify..” potong Riko sambil tersenyum kepada Ify dan Shilla.
Rio menepuk-nepuk puncak kepala ku dengan lembut, “ elo dukung gue ya, biar gue bisa menang dan formulir gue yang disana..” ucap Rio sambil menunjuk dua buah kertas yang tergantung di depan tirai panggung, “ bisa gue kasih ke Daud..” sambung Rio lagi dan berlalu masuk ke dalam gedung itu diikuti Kak Riko yang setengah berbisik kepadaku.
“ Kakak percaya kamu bakal dukung Kakak.” Bisik Kak Riko saat melewati ku.
Aku terdiam. Membisu mendengar ucapan mereka. Telingaku serasa di lewati berbagai macam hewan yang menggelitik saat mendengar ucapan ke dua kakak beradik tadi itu. Geli, malu, dan speechless, mungkin itu yang dapat aku gambarkan saat ini. kalau bukan karena disadarkan oleh suara lembut Ify, mungkin patung di Jakarta sudah bertambah satu hari ini.
Ify mengajak ku masuk ke dalam gedung yang sudah di padati oleh murid-murid yang merupakan adik kelas, teman seangkatan bahkan kakak kelas yang ingin menonton pertandingan yang katanya akan sangat spektakuler itu. Oke aku gak tau siapa yang tiba-tiba mencetuskan kata-kata ‘pertandingan spektakuler’ itu. Yang aku duga adalah, pencipta kata-kata itu pasti orangnya lebay.
Seorang kakak kelas cewek yang terlihat cantik dan berkaca mata menarik tangan ku dan Ify agar duduk di sampingnya. Tempat spesial yang diberikan Riko dan Rio. Begitu katanya. Aku dan Ify pun hanya dapat menurut saja dan segera duduk di bangku penonton paling depan. Yang setelah Ify perhatikan dan memberi tahuku. Bangku paling depan, kedua, dan ketiga itu hanya berisikan oleh siswa-siswa yang famous.
Seperti Kak Dea yang ada di samping ku ini, dia ternyata adalah model yang sering ditawari untuk pemotretan di sebuah majalah bandung. Tak jauh dari kami, ada Zahra yang cantik dan terkenal sebagai penyiar radio terkenal di sebuah radio swasta di bandung ini. ada juga Alvin, sahabat Rio yang merangkap sebagai kapten futsal sekolah yang sudah sering membawa tim futsalnya ke berbagai kejuaraan nasional. Sekolah ini betul-betul hebat. Aku jadi minder sendiri di sekolah ini.
“ siang teman-temaaaaaan, “ sapa si pembawa acara dadakan itu yang ku ketahui bernama Agni.
“ siaaaang..” jawab kami serempak.
“ terimakasih ya sudah datang ke pertandingan dadakan yang di adakan oleh Rio dan Riko hari ini. sebelumnya gue mau tanya sama kalian, mana pendukungnya Rioooooooo? “ tanya Agni lewat Mic yang dipakainya.
“ sayaaaaaaaaaaa…” suara teriakan dan tepuk tangan pendukung Rio itu terdengar gegap gempita memenuhi gedung musik hari itu.
“ waaah banyak banget yaa, pendukung Riko mana niiih jangan mau kalaah doooong,” teriak Agni sekali lagi, membuat pendukung Riko berteriak sekencang yang mereka bisa.
“ oke sepertinya seimbang yaa, gue mau ngasih tau beberapa yang harus di kasih tau dalam pertandingan ini. pertama, elo elo semua Cuma boleh ngasih tepuk tangan di awal dan di akhir penampilan, kedua, dilarang ada yang membuat ricuh selama pertandingan berlangsung, ketiga pertandingan ini terbagi jadi 2 segmen, yang pertama, segmen yang mengharuskan lagu yang di bawakan harus mellow, dan segmen yang satunya lagi mengharus kan lagu yang di bawakan harus beat.” Ucap Agni menjelaskan peraturan yang di sepakati oleh pengurus pertandingan dadakan itu.
“ hadiah nya sangat spesial dan bakalan gue kasih tau dia akhir segmen pertama kita,oh iya satu lagi yang lebih penting, elo semua pada bawa hape kaan?” tanya Agni dengan kencang.
“ bawaaaaaaaaa..” jawab kami serempak.
“ okeee, penjurian kita di nilai dari SMS, dan elo elo semua yang bawa hape diharap kan ngedukung Rio dan Riko dengan cara ketik nama yang lo dukung dan kirim ke nomer yang udah gue tulis di papan belakang ini. kalo lo semua gak punya pulsa, elo bisa langsung beli ke emm.. ke.. Cakka! Ya lo semua bisa beli ke Cakka!” ucap Agni serentak membuat orang yang bernama Cakka yang berada di baris ketiga itu melongo kaget.
“ kok gue Ag? Kan gue gak jual pulsaa..” teriak Cakka membuat anak-anak terpaksa menahan tawanya melihat raut wajah Cakka yang sok di buat-buat ngambek.
“ tapi elo kan kaya pulsaa, elo bisa dong transfer ke anak-anak yang butuh pulsa. Oke guys dari pada kelamaan ngadepin si cengcorang satu itu mendingan kita langsung liat penampilan pertama dari Riko Anggara Haling dengan permainan gitarnya di segmen beat ini.”
Kak Riko pun naik ke atas panggung dengan gitar di tangannya, lalu mulai duduk di bangku yang di sediakan. Ku akui Kak Riko terlihat tampan hari ini, dengan seragam putih , dasi kotak-kotak ungu dan celana panjang kotak-kotak ungunya yang merupakan seragam sekolah kami, dia terlihat sangat menarik hari ini.
Jreengg.. jreengg. Jreenngg..
Suara petikan gitar Kak Riko mulai terdengar di telinga kami.. sesuai peraturan yang di beritahu Agni tadi. Kami pun bertepuk tangan di awal permainan Kak Riko.
Everybody’s looking for love. Oh. Oh.
Ain’t that the reason you’re at this club. Oh. Oh.
You ain’t gonna find it dancing with him. No. Oh.
I got a better solution for you girl. Oh. Oh.
Just leave with me now. Say the word and we’ll go.
I’ll be your teacher. I’ll show you the ropes.
You’ll see a side of love you’ve never known.
I can see it going down, going down.
In my head, I see you all over me.
In my head, you fulfill my fantasy.
You’ll be screaming out.
In my head, it’s going down.
In my head, it’s going down.
In my head. Yeah. In my head. Oh yeah.
Some dudes know all the right things to say.
When it comes down to it, it’s all just game.
Instead of talking let me demonstrate. Yeah.
Get down to business and skip foreplay.
Just leave with me now. Say the word and we’ll go.
I’ll be your teacher. I’ll show you the ropes.
You’ll see a side of love you’ve never known.
I can see it going down, going down.
In my head, I see you all over me.
In my head, you fulfill my fantasy.
You’ll be screaming out.
In my head, it’s going down.
In my head, it’s going down.
In my head.
Break it down. Ay-oh. Come on. Ay-oh. Ay-oh.
You singing to me baby in my head right now. Ay-oh. Ay-oh. Come on.
She’ll be screaming out when it all goes down.
Just leave with me now, Say the word and we’ll go. We can go.
I’ll be your teacher. I’ll show you the ropes.
You’ll see a side of love you’ve never known.
I can see it going down, going down.
In my head, I see you all over me.
In my head, you fulfill my fantasy.
You’ll be screaming out.
In my head, it’s going down.
In my head, it’s going down.
In my head, I see you all over me.
In my head, you fulfill my fantasy.
You’ll be screaming out.
In my head, it’s going down.
In my head, it’s going down.
In my head.
( In my Head- Jason Derulo.)
Lagu dari Jason Derulo berjudul In My Head itu akhirnya berhenti dari mulut Kak Riko. Keren, satu kata itulah yang dapat aku ucapkan saat ini. aku dan teman-teman pun bangun dan memberikan standing applause ( tepuk tangan sambil berdiri ) untuk Kak Riko. Kak Riko pun mengucapkan terimakasih dan tersenyum manis kepada ku dari atas panggung sana.
Dan sekarang giliran Rio yang tampil dengan gitarnya, sama dengan apa yang digunakan dengan Kak Riko sebelumnya. Aku menjadi penasaran dengan permainan musik Rio yang katanya sudah sangat hebat itu.
Rio pun memainkan petikan gitarnya dengan cantik, di awali dengan tepukan tangan dan sorak-sorai pendukung Rio yang ku duga lebih banyak dari Kak Riko itu membuat Rio tersenyum riang di atas panggung sana.
There's gonna be one less lonely girl
One less lonely girl
There's gonna be one less lonely girl
One less lonely girl
How many I told you's
And start overs and shoulders
Have you cried on before
How many promises be honest girl
How many tears you let hit the floor
How many bags you packed
Just to take 'em back, tell me that
How many either or's
But no more,
If you let me inside of your world
There'll be one less lonely girl
Oh no
I saw so many pretty faces
Before I saw you, you
Now all I see is you
I'm coming for you
No no
Don't need these other pretty faces
Like i need you
And when you're mine in the world
There's gonna be one less lonely girl
One less lonely girl
One less lonely girl
One less lonely girl
There's gonna be one less lonely girl
I'm gonna put you first
I'll show you what your worth
If you let me inside your world
There's gonna be one less lonely girl
Christmas wasn't merry, 14th of February
Not one of them spent with you
How many dinner dates, set dinner plates
And he didn't even touch his food
How many torn photographs are you taping back
Tell me that
You couldn't see an open door
But no more,
If you let me inside of your world
There’s gonna be one less lonely girl
Oh no
I saw so many pretty faces
Before I saw you, you
Now all I see is you
I’m coming for you
No no
Don't need these other pretty faces
Like i need you
And when you're mine in the world
There's gonna be one less lonely girl
One less lonely girl
One less lonely girl
One less lonely girl
There's gonna be one less lonely girl
I'm gonna put you first
I'll show you what your worth
If you let me inside your world
There's gonna be one less lonely girl
I can fix up your broken heart
I can give you a brand new start
I can make you believe,
I just wanna set one girl free to fall (free to fall)
She's free to fall (fall in love)
With me
My hearts locked and nowhere to get the key
I'l take her and leave this world
With one less lonely girl
There's gonna be one less lonely girl
One less lonely girl
There's gonna be one less lonely girl
One less lonely girl
One less lonely girl
One less lonely girl
One less lonely girl
There's gonna be one less lonely girl
I'm gonna put you first
I'll show you what your worth
If you let me inside your world
There's gonna be one less lonely girl
One less lonely girl
One less lonely girl
One less lonely girl
There's gonna be one less lonely girl
I'm gonna put you first
I'll show you what your worth
If you let me inside your world
There's gonna be one less lonely girl
Only you shawty
( one less lonely girl- justin bieber)
Tepuk tangan yang lebih meriah dari penampilan Kak Riko tadi terdengar lebih heboh dan ramai. Aku sendiri tak sadar memberikan tepuk tangan yang sangat kencang sambil tersenyum ke arah Rio. Hebat, sangat hebat, penampilan Rio sangat hebat. Kalau kata juri-juri yang sering muncul di televisi, penjiwaan Rio sangat bagus, bahkan bisa dibilang sempurna.
Rio berdiri dan mengucapkan terimakasih kepada pendukungnya. Haha, sudah seperti acara di televisi saja, batin ku.
Sesuai dengan janji yang di ucapkan Agni, Agni pun memberitahu hadiah yang akan di berikan kepada siapa pun yang menang saat itu.
“ kalian tau kan ini kertas apa?” tanya Agni sambil mengacungkan dua lembar kertas yang berada di tangannya, “ ini kertas formulir pemilihan peserta perlombaan nasional yang di adakan sekolah kita. Kalian tau kan betapa berharganya perlombaan yang setiap tahun di adakan ini?” sambung Agni lagi membuatku bertanya-tanya sedikit hal yang tidak ku mengerti kepada Ify.
The Crucial Of Love -12
Label:
The Crucial Of Love
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar