RSS

Love And Problem Betweeen Us-14


***

            Rio bersandar di badan mobilnya sambil memutar-mutar ponsel di tangannya. Dia gelisah. Tak rela juga sebenarnya Rio menyuruh Gabriel menjemput Shilla di rumahnya. Tapi mau bagaimana lagi? Gak mungkin Rio ngebiarin Shilla berangkat sekolah sendiri. Yang ada bukannya sampai ke sekolah malah bertualang sendirian dia di jalanan.

          “yo.. ayo berangkat sekarang..” ucap seorang gadis yang sudah berada di sampingnya.

          Rio menoleh, lalu tanpa menjawab pertanyaan gadis itu ia pergi ke tempat pengemudi, tanpa membukakan pintu untuk Raissa –gadis-tadi-.

          Mobil itu melaju dengan perlahan. Mengikuti alur lintas kota yang pagi ini dipadati para pengguna lalu lintas. Rio melirik gadis di sebelahnya sekilas, yang tengah menyandar pada jendela mobil di sisinya. Memandang hampa keluar.

          “ sorry ya.. gue udah bikin lo masuk ke permainan ini.” Ucap Rio memecahkan keheningan.

          Raissa mengangkat kepalanya, dan tersenyum menandakan –tidak-apa-apa-kok-yo.

          Rio mengangguk, “makasih yaa.. by the way mau gue anter sampe mana?”

          “sampe depan sekolah yaaa yo hehe .. “

          “oke .. “


          ***


          Shilla menatap sosok itu dari balik bukunya. Alibi remaja masa kini. Berpura-pura membaca buku di tangannya, sedangkan matanya mengarah ke arah lain. Sosok itu memasuki kelas dengan dingin. Apalagi kala melihat ke arah Shilla yang juga tak sengaja bertumbukan mata dengannya.

                BRAK. Rio membanting backpacknya dengan kasar, tanpa menoleh ataupun menyapa –sebenarnya-mengejek- Shilla pagi itu.

          Teman-temannya menghela nafas melihat Shilla dan Rio yang saling berdiam diri itu. Sudah 7 hari. Semenjak peristiwa –gue-bukan-pacar-lo-aku-shilla. Saat ulangan biologi minggu lalu dibagikan kemarin pun tak ada ribut-ribut seperti biasanya yang saling beradu nilai.

          Sebangku. Tapi tak saling sapa. Bersebelahan. Namun tak saling tegur. Itulah mereka saat ini.

          Guru-guru pun juga ikut heran melihat dua murid kebanggaannya yang biasanya saling berebut untuk maju ke depan kelas, menjawab pertanyaan, sampai berdebat itu kini sudah tidak terlihat lagi di kelas.

          Contohnya. Saat Frau Genny meminta satu orang ke depan untuk membacakan cerita dalam bahasa jerman. Hal yang umum di kelas adalah, Rio dan Shilla saling beradu cepat tunjuk tangan. Yang biasanya di akhiri dengan suit karena tak ada satu pun yang mau mengalah. Kini malah Frau Genny yang harus menunjuk salah satu dari mereka karena tak ada yang mau tunjuk tangan.

          Sivia pun ikutan gerah. Melihat dua sohibnya itu sudah seperti dua gunung es yang ada di kutub utara. Dari luar keliatan berjauhan. Tetapi hati mereka, yang ada di dalamnya. Ternyata saling dekat. Bahkan sangat besar.

          “shil.. tolong pinjemin gunting dong ke Rio .. “ ucap Patton yang duduk di sebelah kanan Shilla. Sambil menunjuk ke arah Rio yang duduk di samping Shilla.

          Shilla yang sedang membaca novel menoleh ke arah Patton dan menggidikkan bahunya jijik seolah disuruh mengambil gunting di dalem tumpukan sampah basah. “males .. pinjem aja sendiri .. “ ketus Shilla. Yang memang akhir-akhir ini lebih sensitif jika mendengar nama “Rio” disebut di dekatnya.

          Tiba-tiba sebuah gunting hitam terlempar ke atas meja Shilla. Siapa lagi yang melakukan itu kalau bukan Rio. Si pemilik-gunting-hitam itu. “ tuh .. “

          “ makasih Yo .. “ balas Patton sambil melirik sedikit ke arah Shilla yang langsung membalasnya dengan tatapan sangar apa-lo-liat-liat-?-.

          ***

          Bel istirahat berbunyi. Satu persatu siswa kelas XI-IPA-2 sudah pergi ke kantin. Sivia pun sudah keluar duluan ke koperasi. Izinnya pada shilla tadi, mau beli Pulpen katanya. Kini tinggallah Shilla dan Rio berdua di kelas.

Menyadari suasana yang agak berbeda hawanya, Shilla beranjak dari bangkunya saat sebuah tangan memaksanya untuk duduk kembali. Rio. Shilla menatap Rio risih dengan tatapan apaan-sih.

“gue .. emm .. gue kangen sama lo .. “ ucap Rio sambil menunduk menggaruk-garuk belakang kepalanya yang tidak gatal. Malu. Gengsi. Senang. Lega. Semuanya jadi satu. Membuatnya sedikit mual mengingat 3 patah kata yang keluar dari mulutnya barusan. Seolah-olah ada mesin penggiling yang mencampur semua perasaannya saat itu.

“ hah? .. “

“ maaf. jangan marah sama gue lagi .. jangan diemin gue lagi .. bosen gue diem-dieman sama lo berasa duduk sendiri. Gaada yang bisa di ajak debat lagi. “

“ hmm .. “

          Pluk. Rio menimpuk kepala Shilla dengan penghapus karet di tangannya. “sinting lo,ga respect banget sih sama omongan gue. Tau ah. Males baikan sama lo! Nyesel gua minta maaf sama lo. “ ketus Rio sambil mendorong kasar mejanya dan berjalan ke arah pintu kelasnya.

          “RIO!” panggil Shilla. Namun diabaikan oleh Rio. “Gue juga kangen sama lo tau gak!” ucap Shilla akhirnya menatap punggung Rio yang menghentikan langkahnya itu dengan pasrah. Bodo deh, kepalang sudah terlanjur terucap. Biarin aja malu malu deh, memang itu kenyataannya, desis Shilla dalam hati.

          Shilla menggigit bibirnya sambil meremas-remas rok kotak-kotak ungunya. Rio berbalik dan menghampirinya. Menyentuh dagu shilla yang menunduk dan mengangkat dagu indah itu, “serius lo kangen sama gue? Jangan boong. Bosen gue diphp-in terus.”

          “ serius. Kalo gak percaya sih ya udah.. “ ucap Shilla ngeloyor pergi.

          “ eeeeeeh jangan marah dong.. “ susul Rio. “ kan Cuma bercandaaaa .. “

          Shilla melihat Rio yang berjalan di sampingnya, turut menemani langkahnya. “ siapa yang marah? Gue laper tau mau makan .. “

          “ kampret .. gue kira lo marah. “

          “ takut banget gue marah? Takut jauh dari gue ya? Hahahaha .. “

          “ HAH? Kagak lah .. “

          “ alah jangan boong. Matahari aja tau kalo elo pengen selalu ada di deket gue. Haha .. “ ucap Shilla sambil menduduki salah satu bangku dan meja yang masih kosong di kantin.

          “terserah lo ah .. “ pasrah Rio ikut duduk di hadapan Shilla. “tapi matahari gatau kan? Seberapa besar rasa sayang gue ke elo .. “

          ***



         


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar